Korban minta dipulangkan karena sudah mendapatkan kekerasan fisik dan upah yang tidak kunjung dibayar.
“Minta tolong gimana ini, kami disiksa, ada yang dipukul, disetrum. Sejauh ini saya (Mayang) disuruh keliling lapangan dan squat jump, tapi teman-teman lainnya ada yang sampai disetrum,” tuturnya.
Sampai akhirnya, Valeria dan keluarga korban lainnya mulai melapor ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk meminta bantuan.
“Saya pribadi enggak pernah melapor, diwakili yang lain. Kemarin ke Bareskrim untuk upaya menangkap agen. Kami disuruh buat BAP, dan terakhir komunikasi ke saya, Mayang sebelum disekap itu saat lebaran, 10 hari mereka disekap,” ujarnya. (*)












