Pertamina Evaluasi Harga BBM Jelang Awal Juli

Harga BBM Bisa Naik di Juli 2025.
Harga BBM Bisa Naik di Juli 2025.

Jakarta PT Pertamina (Persero) mengisyaratkan kemungkinan adanya perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2025. Hal ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah global yang disebabkan oleh konflik bersenjata antara Iran dan Israel.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa perusahaan saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap tren harga minyak internasional yang fluktuatif menjelang akhir bulan Juni. “Penyesuaian harga BBM nonsubsidi biasanya dilakukan setiap awal bulan, dan kami akan mengikuti mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Lonjakan Harga Minyak Global

Harga minyak mentah dunia saat ini berkisar di angka USD 75 per barel. Namun, apabila ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas dan Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz—jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global—maka harga berpotensi melonjak ke USD 80–100, bahkan bisa menembus USD 130 per barel.

Baca Juga  Tim Penetapan Harga TBS Sumbar Resmi Umumkan Nilai Periode IV Januari 2026

Ketegangan Timur Tengah Pengaruhi Pasar Energi

Konflik bersenjata yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh serangan Israel terhadap infrastruktur penting milik Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal yang mengenai fasilitas kilang minyak Bazan di wilayah Israel. Situasi ini menciptakan tekanan besar terhadap pasar energi global dan memicu kekhawatiran akan krisis pasokan.

Daftar Harga BBM per 1 Juni 2025

Harga BBM yang masih berlaku hingga kini adalah:

Pertalite: Rp10.000 per liter

Solar subsidi: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp12.100 per liter

Pertamax Turbo: Rp13.050 per liter

Pertamax Green: Rp12.800 per liter

Dexlite: Rp12.740 per liter

Pertamina Dex: Rp13.200 per liter

Faktor yang Mempengaruhi Harga BBM

Baca Juga  Transformasi INA di Bawah BP Danantara, Tingkatkan Efisiensi Investasi

Penentuan harga BBM tidak hanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia, tetapi juga oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta unsur pajak. Peninjauan harga akan terus dilakukan oleh PT Pertamina melalui subholding-nya, PT Pertamina Patra Niaga, sebelum memasuki bulan Juli 2025.(BY)