Distribusi Mobil Anjlok, Pajak Daerah Jadi Biang Kerok?

Penjualan Lesu, Suzuki Harap Opsen Pajak Tak Diterapkan.
Penjualan Lesu, Suzuki Harap Opsen Pajak Tak Diterapkan.

Jakarta – Industri otomotif Indonesia menghadapi penurunan performa dalam empat bulan pertama tahun 2025. Data distribusi mobil dari pabrikan ke diler (wholesales) menunjukkan penjualan hanya mencapai 256.368 unit, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 264.014 unit. Penurunan sekitar 2,9 persen ini dinilai dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kebijakan pajak di tingkat daerah.

Pajak Daerah Jadi Sorotan
Salah satu penyebab yang dianggap berkontribusi terhadap lesunya penjualan adalah penerapan opsen pajak di sejumlah wilayah. Kebijakan ini membuat harga kendaraan baru mengalami kenaikan, mengurangi minat masyarakat untuk membeli.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) melalui Deputy 4W Sales & Marketing Managing Director-nya, Donny Saputra, mengungkapkan bahwa 18 provinsi berencana menerapkan kembali opsen pajak setelah sebelumnya memberikan insentif pemutihan hingga akhir Juni 2025.

“Kami mengimbau agar pemerintah daerah mempertimbangkan ulang penerapan opsen pajak. Bila masyarakat menunda pembelian mobil, dampaknya bisa memengaruhi penerimaan daerah juga,” ujar Donny saat ditemui di Jakarta.

Pemutihan Pajak Sementara
Beberapa daerah seperti Aceh, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Bangka Belitung, dan Papua diketahui memberikan kebijakan pemutihan pajak kendaraan hingga pertengahan tahun. Hal ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk membeli mobil tanpa terbebani kenaikan harga akibat pajak tambahan.

Strategi Suzuki Menarik Pembeli
Menyadari kondisi pasar yang tidak kondusif, Suzuki pun meluncurkan berbagai promo menarik bagi konsumen. Donny menjelaskan bahwa setiap model kendaraan mendapatkan penawaran khusus, agar bisa tetap bersaing dan mendukung daya beli masyarakat.

“Dalam situasi seperti ini, masyarakat akan lebih selektif dalam mengeluarkan uang. Karena itu, kami menghadirkan program penjualan yang menarik di semua lini produk,” ungkap Donny.

Langkah ini diambil agar konsumen tetap terdorong untuk melakukan pembelian meski tekanan ekonomi dan kebijakan fiskal daerah tengah meningkat.(BY)