Batusangkar – Pada Senin malam (21/4), suasana panik sempat melanda warga Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, setelah sirene peringatan siaga banjir tiba-tiba berbunyi di sekitar Sungai Batang Lona. Suara sirene ini membuat warga bergegas keluar rumah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, Ermon Revlin, menjelaskan bahwa bunyi sirene tersebut merupakan bagian dari sistem peringatan dini terkait potensi banjir akibat meningkatnya debit air sungai.
“Sirene ini dibunyikan sebagai langkah kewaspadaan. Debit air Sungai Batang Lona meningkat cukup signifikan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan ini sejak sore hingga malam,” kata Ermon di Batusangkar.
Ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang, namun selalu waspada, serta segera mengambil langkah-langkah antisipatif jika debit air terus bertambah. “Sirene ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai tanda agar warga lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menegaskan bahwa pemasangan sirene adalah bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan merata kepada masyarakat dalam situasi darurat.
“Kami mengimbau warga untuk segera mengamankan diri dan keluarga apabila terjadi peningkatan debit air. Jangan mudah terpengaruh oleh hoaks, dan selalu ikuti imbauan pemerintah daerah,” ungkap Eka Putra.
Hingga tengah malam, kondisi debit air Sungai Batang Lona masih terpantau dalam batas aman dan belum menyebabkan genangan di permukiman warga.(des*)












