Kediri – Kondisi ratusan jemaah yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan saat mengikuti pengajian di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini menunjukkan perbaikan. Sebagian besar korban yang diduga keracunan dari camilan yang disajikan, sudah diizinkan pulang dari rumah sakit. Namun, masih ada sembilan orang yang harus menjalani perawatan lebih lanjut.
Para korban tersebut dirawat di dua fasilitas kesehatan, yaitu Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) dan Rumah Sakit HVA Tulungrejo. “Di RSKK ada delapan orang yang masih dirawat, sedangkan satu orang lagi dirawat di RS HVA,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Pare, Inspektur Satu (Iptu) Sarwo Edi, ketika dihubungi pada Rabu (2/10/2024). Ia juga menepis rumor yang beredar mengenai adanya korban jiwa akibat kejadian ini.
“Itu kabar tidak benar. Tidak ada yang meninggal. Saya sendiri ada di rumah sakit dari malam hingga pagi,” tegasnya. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab pasti keracunan serta pihak yang bertanggung jawab. “Proses penyelidikan sudah dimulai,” tambah Kapolsek Pare.
Salah satu orang tua korban, Basri (39), yang anaknya Zahra Oktaviana (13) sedang menjalani perawatan di RS HVA Tulungrejo, berharap polisi dapat mengusut tuntas kejadian ini dan menangkap pihak yang bertanggung jawab atas pembagian makanan tersebut. “Makanan basi kok diberikan, akibatnya seperti ini,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, ratusan orang mengalami keracunan setelah mengonsumsi camilan yang dibagikan dalam acara pengajian di Desa Krecek pada Selasa malam (1/10/2024). Akibat insiden tersebut, acara pengajian yang baru saja dimulai harus dihentikan untuk mengevakuasi para korban.












