Jakarta – Menteri BUMN, Erick Thohir, telah memberikan arahan kepada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk melaksanakan transformasi digital dalam industri penyeberangan.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menyatakan bahwa transformasi digital merupakan salah satu pencapaian terbesar yang berhasil diraih oleh ASDP.
“Peluncuran aplikasi Ferizy pada tahun 2020 oleh Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, dan Menteri Parekraf telah mempermudah masyarakat dalam memesan tiket secara online, yang secara langsung berdampak positif dengan mengurangi antrean panjang di pelabuhan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Minggu (9/8/2024).
Dalam kurun waktu lima tahun kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, ASDP telah mencatatkan berbagai inovasi yang telah mengubah industri penyeberangan di Indonesia, termasuk melalui transformasi digital.
Transformasi digital ini mencerminkan komitmen Erick Thohir dalam mendorong digitalisasi di seluruh BUMN, termasuk di ASDP.
Saat berkunjung ke Pelabuhan ASDP pada tahun 2023, Erick Thohir memberikan apresiasi terhadap inovasi digital tersebut. Ia menilai penerapan e-ticketing berhasil mengurangi kepadatan di pelabuhan, terutama pada saat musim puncak.
“Pada Angkutan Lebaran tahun ini, sekitar 95 persen pemudik motor dan 90 persen pemudik mobil telah membeli tiket ferry secara online. Ini menunjukkan bahwa layanan mudik semakin terencana dan berjalan dengan baik,” ungkap Erick.
Implementasi sistem reservasi online juga memberikan dampak positif terhadap operasional di pelabuhan. Data menunjukkan bahwa arus kedatangan pengguna jasa menjadi lebih teratur, terutama pada waktu-waktu sibuk, berkat kepastian jadwal kapal. Waktu transaksi check-in yang sebelumnya memakan waktu 8-10 menit kini terpangkas menjadi hanya 15-25 detik. Selain itu, waktu tunggu maksimal di pelabuhan sekarang hanya 75 menit pada hari biasa dan 90 menit pada akhir pekan.
Erick Thohir menegaskan pentingnya pengembangan teknologi di era disrupsi, dengan mengatakan, “Pengembangan digital sangat krusial, terutama di era teknologi yang semakin maju. Kami akan terus mendorong penerapan teknologi seperti 5G di berbagai sektor BUMN.”
Sejak diluncurkan, aplikasi Ferizy telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Dari 437.688 pengguna pada 2020, jumlahnya melonjak menjadi 2,4 juta pengguna pada Juli 2024, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap reservasi online Ferizy. Oleh karena itu, kami terus mendorong para pengguna jasa untuk melakukan reservasi tiket lebih awal.
ASDP kini tidak lagi menjual tiket di pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, dan Ajibata-Ambarita.
Selain inovasi digital, ASDP juga memperkuat armadanya. Pada Juli 2024, ASDP telah mengoperasikan 220 unit kapal yang layak laut, melayani 311 rute penyeberangan di seluruh Indonesia.
Shelvy menambahkan, “Peningkatan armada dan layanan ini merupakan hasil dari inovasi manajemen dan dedikasi seluruh pegawai ASDP.”
Keberhasilan inovasi operasional ini tercermin pula dalam kinerja keuangan ASDP. Pada akhir 2023, ASDP mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 95,09%, dari Rp326 miliar pada Desember 2021 menjadi Rp636 miliar. Pendapatan perusahaan juga meningkat sebesar 41,23%, dari Rp3,49 triliun pada 2021 menjadi Rp4,92 triliun pada 2023, didorong oleh lonjakan 48,64% dalam pendapatan usaha penyeberangan.
Di bawah kepemimpinan Erick Thohir selama lima tahun, ASDP telah mencapai kemajuan signifikan dengan fokus pada modernisasi layanan, digitalisasi, dan integrasi sistem transportasi nasional. ASDP tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi kepentingan umum.(BY)












