![]() |
| Ketua Dekranasda Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra dan Ketua GOW Ny. Patty Richi Aprian, di sela-sela kegiatan Rendang Mendunia di halaman Gedung Indojolito Batusangkar. (ist) |
Tanah Datar – Kegiatan Randang Mendunia yang diinisiasi berbagai pihak, berlangsung semarak pada Sabtu (21/8). Ada enam ribuan partisipan dari lima benua, 34 provinsi di Indonesia, plus 19 kabupaten kota di Sumatra Barat.
Di Kabupaten Tanah Datar, kegiatan itu diikuti Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dengan enam tungku pembuatan rendang; terdiri dari lima tungku di halaman Gedung Indojolito Batusangkar dan satu tungku di Kecamatan Sungai Tarab.
Ketua Dekranasda Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ny. Patty Richi Aprian di sela-sela kegiatan membuat rendang mengatakan, pihaknya turut berpartisipasi untuk mendukung usaha mendaftarkan rendang menjadi Warisan Budaya Indonesia tak Benda ke Unesco.
Dikatakan, sebelum ditampilkan melalui zoom, pihaknya terlebih dahulu memasak daging yang akan direndang hingga menjadi kalio. Setelah acara berlangsung, ujarnya, barulah ditayangkan secara live kegiatan membuat rendang itu, sehingga dapat disaksikan para peserta di berbagai negara.
‘’Semoga dukungan kita ini mempercepat proses mendaftarkan rendang sebagai Warisan Budaya tak Benda ke Unesco, sekaligus memecahkan rekor MURI pembuatan rendang terbanyak dan serentak seluruh dunia. Gerakan Rendang Mendunia ini akan semakin menggelorakan semangat dan kebanggaan kita bersama,’’ katanya.
Pemprov Sumbar memberikan sambutan atas kegiatan yang diinisiasi Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang. Agenda yang secara resmi dibuka Ibu Negara Iriana Joko Widodo dari Istana Bogor itu mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Gubernur Sumbar Buya, H. Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan momentum penting untuk mengangkat warisan budaya Minangkabau dengan melibatkan masyarakat dari mancanegara.
Pada 2011, stasiun televisi berjaringan internasional CNN dalam salah satu programnya, memasukkan rendang sebagai salah satu makanan terlezat di dunia, disusul pada 2013, makanan ini ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai Karya Budaya dari Sumatera Barat, dan merupakan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, khususnya pada domain keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional.
‘’Pada 2019 lalu, Pemprov Sumbar mengusulkan rendang ke Unesco menjadi Intangible Cultural Heritage (ICH) Unesco untuk pengusulan 2021 melalui Kemendikbud. Selain dikenal secara nasional dan internasional, tentu juga akan memberi dampak positif terhadap perekonomian rumah tangga dan UMKM,’’ kata gubernur dalam sambutannya.(mus)













