Bank Nagari dan Pemko Payakumbuh Jalin MoU

Dirut Bank Nagari Muhamad Irsyad, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Kepala BI Perwakilan Sumbar Wahyu Purnama, Kepala OJK Sumbar, Yusri, jajaran Komisaris dan Direksi Bank Nagari usai penandatanganan kerjasama. (ist)

Padang – Bank Nagari kembali melakukan penandatanganan kerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan digitalisasi ekonomi daerah. 

Kali ini, Senin (6/9), Bank Nagari menjalin kerjasama atau MoU dengan Pemko Payakumbuh dalam rangka mengembangkan digitalisasi ekonomi daerah dan peluncuran e-retribusi tempat rekreasi dan olahraga, pasar, dan KIR. Kegiatan ini digelar di Lantai IV Kantor Pusat Bank Nagari di Jl. Pemuda No.21 Padang.

Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad dalam kesempatan itu mengatakan, penandatanganan kerjasama tersebut merupakan langkah Bank Nagari untuk mewujudkan transaksi berbasiskan digitalisasi sehingga hal ini tentunya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya Kota Payakumbuh.

Ia mengungkapkan, bentuk kerjasama yang dilakukan dengan Pemko Payakumbuh adalah kerjasama dalam mengembangkan digitalisasi ekonomi daerah dan peluncuran e-retribusi tempat rekreasi dan olahraga, pasar, dan KIR.

“Nantinya akan langsung dilanjutkan dengan launching pembayaran e-retribusi pasar serta pembayaran tiket masuk kolam renang Ngalau Indah,” kata Irsyad. 

Menurutnya,  dengan kerjasama yang terus dilakukan membuktikan bahwa Bank Nagari yang merupakan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat selalu siap memberikan dukungan terhadap Pemda dalam memaksimalkan PAD. 

Baca Juga  Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme

Irsyad menjelaskan, sistem e-retribusi yang saat ini dirancang sudah mengakomodir transaksi non-tunai berbasis QRIS dimana Bank Nagari sudah men dapatkan izin Bank Indonesia (BI) dalam hal layanan QRIS dan ketiga BPD seluruh Indonesia. 

“Saat ini posisi QRIS Bank Nagari per Juli 2021 yakni 11.679 merchant, 114.622 transaksi, dan Rp 21,3 miliar jumlah nominal transaksi,” ungkapnya. 

Selain itu, Bank Nagari juga sudah mengimplementasikan layanan brancless banking Laku Pandai yang diberi nama Lapau Nagari. Dengan keberadaan agen Lapau Nagari dapat menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses dengan perbankan dan lebih meningkatkan pelayanan Bank Nagari kepada masyarakat.

Sejak diimplementtasikan pada bulan Agustus 2020 yang lalu sudah terdapat 911 agen yang sudah bergabung menjadi Agen Lapau Nagari dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Lebih lanjut dijelaskan, di sisi pengeluaran, Bank Nagari telah mengimplementasikan aplikasi SP2D Online pada Pemda se-Sumbar. Sedangkan dari sisi penerimaan, Bank Nagari juga mengimplementasikan layanan Cash Management System (CMS), e-retribusi, host to Host PBB, Pajak Daerah Online dan Samsat online di Kabupaten/Kota di Sumbar.

Sementara itu Bank Nagari juga memiliki program pembiayaan/kredit melawan rentenir melalui skim KUR Super Mikro yang diberi nama Mengatasi Rentenir Daerah Minang (MaRandang). 

Baca Juga  Kimia Farma Sebut Suplai Terbatas Jadi Tantangan Vaksin Covid

Bank Nagari telah memiliki aplikasi LISS (Lending Information Support System) untuk proses persetujuan pinjaman, dan permohonan dapat diajukan melalui N Form secara online sehingga proses dapat lebih cepat.

Bank Nagari sampai akhir tahun 2021 masih menyediakan pagu KUR super Mikro untuk pinjaman MaRANDANG ini kurang lebih Rp 8 miliar. Dengan asumsi plafond maksimal 10 juta per nasabah maka masih dapat disalurkan kepada 800 orang nasabah, sehingga kami siap mendukung program ini.

“Dengan program ini maka kita selaku stakeholder dalam pembangunan ekonomi di Sumbar akan semakin menunjukkan peran masing-masing khusus dalam pengembangan usaha mikro,” tukas Irsyad. 

Dalam penandatanganan kerjasama tersebut juga turut dihadiri oleh Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, Kepala BI Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama, Kepala OJK Sumbar, Yusri, jajaran Komisaris dan Direksi Bank Nagari. (yuni)