Kritik dari Kementerian PUPR terhadap Divestasi Tol Semarang-Demak oleh PT PP

Rencana PTPP Divestasi Tol Semarang-Demak.
Rencana PTPP Divestasi Tol Semarang-Demak.

KALIMANTAN TIMUR – Kementerian PUPR memberikan tanggapan terhadap rencana PT PP (Persero) yang ingin melepas sebagian saham ruas Tol Semarang-Demak. Awalnya, PT PP menargetkan nilai penjualan sebesar Rp3 triliun yang diharapkan dapat terealisasi tahun ini, namun kemudian nilai tersebut direvisi menjadi Rp400 miliar.

Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian, menyoroti kabar tentang divestasi Tol Semarang – Demak yang dilakukan oleh PT PP dengan nilai hanya Rp400 miliar, yang dianggap lebih rendah dari biaya pembangunan proyek tersebut. Menurutnya, tidak masuk akal jika sebuah perusahaan menjual asetnya dengan harga lebih rendah dan menderita kerugian.

“Kita tidak tahu apakah 100% saham, atau hanya 1%, kan tidak mungkin perusahaan menjual dengan rugi,” ujar Hedy pada Senin (6/5/2024).

Meskipun demikian, Hedy menyatakan bahwa hingga saat ini, rencana divestasi yang dilakukan oleh PT PP belum menemukan investor yang tepat. Belum ada laporan mengenai penggantian kepemilikan ruas tol tersebut yang diterima oleh Kementerian PUPR.

Baca Juga  Kepala Dinas PUPR Kerinci Maya Novefry Handayani Sigap Evakuasi Matrial Longsor di Jujun

“Belum ada laporan mengenai divestasi Tol Semarang – Demak, kita harus menanyakan kepada PT PP,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Hedy menegaskan bahwa secara prinsip, Pemerintah akan mendukung tindakan korporasi yang dilakukan oleh perusahaan demi memperbaiki kondisi keuangan mereka.

“Perusahaan boleh menjual sahamnya, itu terserah kepada mereka sebagai aksi korporasi, mungkin untuk memperbaiki kondisi keuangan. PUPR hanya memberikan persetujuan atas aksi korporasi tersebut,” tambahnya.

Menurut catatan MNC Portal, PT PP (Persero) tengah mencari investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk mengambil bagian dalam divestasi saham ruas Tol Semarang-Demak.

Direktur Keuangan PT PP, Agus Purbianto, menyatakan bahwa perusahaan sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa investor strategis. PT PP akan menawarkan kepemilikan sahamnya kepada Indonesia Investment Authority (INA), setelah upaya akuisisi saham oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) pada ruas tersebut gagal.

Baca Juga  BRI Catat Laba Triliunan, Rebranding dan Transformasi Jadi Penggerak Utama

“SMI sebelumnya tertarik tetapi kemudian mundur, sekarang ada beberapa investor dari China. INA juga sedang menjajaki, semuanya sedang dalam proses due diligence,” ujar Agus dalam konferensi pers (24/4).(BY)