Padang Panjang – Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang mencatat sebanyak 24 aktivitas gempa bumi di wilayah Pusat Gempa Regional (PGR) VI yang meliputi Sumatera Barat dan daerah sekitarnya. Data tersebut merupakan hasil pemantauan sepanjang 28 Agustus hingga 3 September 2026.
Dari total kejadian itu, 11 gempa tercatat memiliki magnitudo di bawah 3. Sementara itu, 13 gempa lainnya berada pada kisaran magnitudo 3 hingga kurang dari 5.
Jika dilihat dari kedalaman sumber gempa, sebanyak 18 kejadian terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sedangkan enam gempa lainnya tercatat berada pada kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer.
Dalam periode pemantauan tersebut, terdapat satu gempa yang dirasakan oleh masyarakat. Getarannya dilaporkan terasa di wilayah Bengkulu dengan intensitas II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Aktivitas gempa yang terjadi selama sepekan tersebut dipengaruhi oleh pergerakan tektonik pada sejumlah zona aktif. Beberapa di antaranya adalah zona subduksi, Sesar Sumatera, serta Sesar Mentawai.
Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi aktivitas kegempaan. Masyarakat juga diminta tidak langsung mempercayai informasi mengenai gempa yang belum berasal dari sumber resmi.
Seluruh data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang selama periode 28 Agustus sampai 3 September 2026.(def*)












