Kepercayaan Naik, 33 Bank Dukung Danantara dengan Fasilitas Kredit Jumbo

Danantara Klaim Raih Pinjaman Rp177,9 Triliun dari 33 Bank.
Danantara Klaim Raih Pinjaman Rp177,9 Triliun dari 33 Bank.

JakartaChief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa sebanyak 33 bank telah menyatakan kesediaannya untuk menyediakan fasilitas kredit senilai USD10 miliar atau sekitar Rp177,9 triliun (kurs Rp17.795 per USD) kepada Danantara.

Menurut Pandu, komitmen tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dari investor serta lembaga keuangan terhadap Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Indonesia itu. Ia menegaskan bahwa faktor kepercayaan menjadi kunci utama dalam menarik arus investasi, baik dari investor baru maupun yang telah lama beroperasi di Tanah Air.

“Di awal pembentukan Danantara, tingkat skeptisisme sangat tinggi. Namun sekarang justru banyak pihak melihat Danantara sebagai institusi yang mampu meningkatkan kepercayaan. Buktinya, ada 33 bank yang berani memberikan fasilitas kredit hingga USD10 miliar,” ujar Pandu saat ditemui di kawasan Senayan, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga  Mazda Investasi Rp400 Miliar Bangun Fasilitas Perakitan di Jawa Barat

Ia menambahkan, keberhasilan implementasi program pemerintah serta kualitas eksekusi di lapangan menjadi faktor penting dalam membangun keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Selain dukungan dari perbankan, Pandu juga menyebutkan bahwa sekitar tujuh hingga delapan sovereign wealth fund telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Danantara, dengan potensi kerja sama yang mendekati USD30 miliar.

Sebagian dari komitmen investasi tersebut, lanjutnya, mulai direalisasikan pada tahun ini, termasuk kerja sama dengan Qatar Investment Authority. “Kami sudah menyelesaikan dua kesepakatan dengan Qatar Investment Authority,” jelasnya.

Pandu juga menekankan bahwa kunci membangun lembaga investasi yang dipercaya secara global terletak pada kualitas sumber daya manusia serta tata kelola perusahaan yang kuat. Ia menilai, investor sangat mempertimbangkan kualitas tim dalam mengambil keputusan investasi.

Baca Juga  Kenapa Harga Minyak Goreng Naik? Ini Penjelasan Kementerian Perdagangan

“Yang utama adalah menemukan talenta terbaik, lalu didukung dengan tata kelola yang baik. Setelah itu, tinggal fokus pada eksekusi,” tutupnya.(BY)