Agam – Akses jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang di Kecamatan Palembayan dengan kawasan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengalami kerusakan parah akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas di jalur tersebut terganggu.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Agam, Yunilson, menyampaikan di Lubuk Basung pada Jumat bahwa badan jalan di kawasan Sungai Pua, Palembayan, terputus sepanjang kurang lebih 10 meter.
Ia menjelaskan, dampak kerusakan tersebut membuat akses menuju Kota Bukittinggi untuk sementara waktu tidak dapat dilalui secara normal sejak kejadian pada Kamis (2/4/2026).
Selain itu, kerusakan serupa juga terjadi di kawasan Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Di lokasi ini, jalan ambles dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar sekitar empat meter. Kondisi geografis di titik tersebut cukup berbahaya karena di sisi kiri terdapat jurang sedalam sekitar 30 meter, sementara sisi kanan berbatasan dengan perbukitan.
Menurutnya, kerusakan jalan di sepanjang ruas tersebut bukan hanya terjadi saat ini, tetapi juga sudah muncul di beberapa titik sejak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.
Ia menambahkan, jalur Padang Koto Gadang–Palembayan sepanjang 31 kilometer, Palembayan–Matur sepanjang 20,70 kilometer, serta Palembayan–Simpang Patai Palupuh sepanjang 13,3 kilometer merupakan bagian dari jalan provinsi.
Pemerintah Kabupaten Agam telah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Untuk penanganannya, telah disiapkan anggaran sekitar Rp90 miliar pada tahun 2026.
Sementara itu, untuk ruas jalan provinsi lainnya dari Simpang Gudang menuju Padang Lua dengan panjang 69,43 kilometer juga telah dialokasikan dana sekitar Rp75 miliar oleh Pemprov Sumbar.
Perbaikan jalan direncanakan akan segera dilakukan setelah perayaan Idulfitri, sesuai hasil koordinasi antara Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar saat bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Sebagai informasi, Kabupaten Agam menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak bencana di Sumatera Barat, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp7,9 triliun akibat kerusakan infrastruktur, permukiman, lahan pertanian, dan sektor lainnya.(des*)












