Pariaman – Kondisi Gor Pauh di Kota Pariaman menunjukkan tanda-tanda kurang terawat meski masih mendapatkan pemeliharaan fisik dari pihak berwenang. Gedung olahraga ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan masyarakat maupun prestasi olahraga.
Seiring waktu, kondisi gedung semakin memprihatinkan. Cat mulai pudar, permukaan dinding kusam, dan beberapa bagian mengalami kerusakan yang mengganggu penampilan keseluruhan.
Bagian atap, khususnya di belakang gedung, mulai terkelupas hingga menimbulkan lubang. Kerusakan ini semakin terlihat parah seiring berjalannya waktu. Plafon di sisi kanan dan kiri juga sudah berlubang, sementara bagian depan gedung tampak kusam dan dihiasi coretan-coretan vandalisme.
Padahal, Kota Pariaman tengah mengembangkan konsep olahraga prestasi dan sport tourism. Melihat kondisi Gor Pauh, banyak pihak menilai situasinya cukup ironis.
Plt Kepala Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Pariaman, Riko Jamal, menjelaskan kepada Kupasonline.com pada Minggu (29/3/2026) bahwa kerusakan yang terjadi bukan pada struktur utama gedung, melainkan pada sarana pendukungnya. Selama beberapa tahun terakhir, perbaikan belum dilakukan.
Menurutnya, bukan karena tidak ada usulan perbaikan melalui APBD, melainkan keterbatasan anggaran akibat defisit dan kebutuhan efisiensi belanja daerah. Pihaknya tetap melakukan upaya melalui pemerintah susat dengan pengajuan ke Kementerian PUPR dan Kemenpora, namun realisasinya belum terlihat.(des*)










