Kepala Umum PP Pemuda Muhammadiyah Membahas Program Presisi untuk Memulihkan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri

Kepala Umum PP Pemuda Muhammadiyah Membahas Program Presisi
Kepala Umum PP Pemuda Muhammadiyah Membahas Program Presisi

Jakarta – Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, menyatakan bahwa program Presisi yang digaungkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berhasil meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang sempat menurun akibat kasus yang melibatkan sejumlah oknum personel.

“Dalam keterangannya yang diterima pada hari Minggu (2/7/2023), Dzulfikar menyampaikan bahwa Kapolri terus berkomitmen untuk memajukan Polri sesuai dengan slogan Presisi, yang berarti prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Slogan ini mencerminkan komitmen Polri untuk bertindak dengan cepat dan tepat, responsif, terbuka, humanis, dan berkeadilan,” ujar Dzulfikar.

Menurut Dzulfikar, konsep Presisi bukan hanya sekadar slogan belaka, tetapi telah berjalan secara efektif dan berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Oleh karena itu, ia mengapresiasi program yang dipimpin oleh Kapolri Sigit. Selain itu, slogan Presisi juga diadopsi sebagai tema peringatan Hut Bhayangkara ke-77 dengan slogan ‘Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai menuju Indonesia Emas’.

“Dalam tema tersebut, kita dapat menangkap pesan bahwa ada tantangan di masa depan dalam menghadapi pesta demokrasi. Sebelum Pemilu, isu SARA sering kali muncul, yang dapat menyebabkan konflik horizontal di masyarakat,” ujar Dzulfikar.

Baca Juga  Dari Ketenangan Ayah, Anggita Mantap Jadi Muslimah

Oleh karena itu, dalam Pemilu mendatang, Korps Bhayangkara diminta untuk bersikap netral sesuai dengan amanat UUD 1945. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan bagi masyarakat.

“Polri harus menjamin agar transisi kepemimpinan nasional berjalan dengan tertib dan damai. Keamanan dan ketertiban merupakan faktor pendukung dalam mencapai Indonesia emas. Semangat gotong royong bangsa dapat dioptimalkan untuk hal-hal yang produktif, bukan untuk konflik,” tambah Dzulfikar.

Dzulfikar berpendapat bahwa produktivitas bangsa akan mendorong usaha dan mewujudkan cita-cita Indonesia emas di masa depan. Oleh karena itu, konsep Presisi perlu terus ditekankan dan dikembangkan, serta membutuhkan keteladanan dari para pimpinan Polri.

Dalam konteks yang berbeda, Najih Prasetyo, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, mengungkapkan bahwa Kapolri Sigit telah menjadi pemimpin yang menjalankan program kerjanya dengan baik. Ia menyatakan bahwa Polri kini tidak lagi terlihat sebagai wajah muram dan garang, tetapi memiliki wajah yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.

Najih Prasetyo mengatakan bahwa wajah humanis ini tidak lepas dari konsep Presisi. Selogan ini dan sistem yang didukung oleh kedaulatan telah ditunjukkan oleh para pemimpin Polri. Ia berharap agar sikap humanis ini tidak hanya terlihat pada peringatan Hari Bhayangkara ke-77, tetapi juga dapat diimplementasikan oleh seluruh anggota Polri.

Baca Juga  Rupiah Menguat ke Rp14.420 per Dolar AS Pagi Ini

“Dalam peringatan Hut ke-77 ini, kami berpesan agar semangat humanis dan tradisi dekat dengan publik yang ditunjukkan oleh para petinggi Polri juga dapat diimplementasikan oleh semua anggota kepolisian,” ungkap Najih Prasetyo.

Ia juga memberikan ucapan selamat kepada Polri atas peringatan Hari Bhayangkara ke-77, serta berharap agar Polri terus bersinar dengan segala prestasi yang telah diraihnya.

“Dengan seluruh prestasi yang telah diraih oleh kepolisian saat ini, kami berharap agar kepolisian terus bersinar di masa depan,” tutup Najih Prasetyo.(by)