Pasaman – Fatayat NU Gelar Rapat Kerja untuk Perkuat Peran Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat
Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasaman menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk merumuskan program strategis, memperkuat kaderisasi, meningkatkan kolaborasi antar pengurus, serta membahas peran perempuan dalam pembangunan sosial dan ekonomi di wilayah setempat.
Raker yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026) di Pasaman Islamic Center (PIC) ini menjadi forum penting bagi Fatayat NU Pasaman untuk menyusun rencana kerja, melakukan konsolidasi organisasi, dan memperkuat pemberdayaan perempuan melalui program “Perempuan Pasaman Bangkit”.
Kegiatan ini menekankan penguatan kemandirian ekonomi keluarga, pendidikan, sosial, serta pemberdayaan perempuan di berbagai lini pembangunan. Raker juga bertujuan menyusun strategi dan rencana kerja selama satu periode kepengurusan Fatayat NU di Kabupaten Pasaman.
Ketua PC Fatayat NU Pasaman, Lily Hertati, menyampaikan bahwa Raker membahas program kerja yang akan dijalankan Fatayat NU ke depan. Ia berharap program-program tersebut memberikan manfaat nyata bagi anggota Fatayat dan masyarakat NU di Pasaman.
“Program yang dirancang harus bisa direalisasikan dengan baik. Semua kegiatan yang belum terselesaikan sebelumnya semoga dapat diwujudkan melalui keberadaan Fatayat NU di tengah masyarakat,” ujar Lily.
Lily menambahkan, dalam penyusunan program kerja, Fatayat NU akan fokus pada berbagai bidang, termasuk kesehatan, kesenian, keagamaan, dan sosial. Ia juga mengapresiasi kehadiran Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pasaman, Ny. Lusi Welly Suhery, yang mendampingi kegiatan ini. Kedepannya, Lily berharap TP-PKK dan Fatayat NU terus bersinergi dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan di Pasaman.
Raker kali ini mengusung tema, “Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga Menuju Pasaman Bangkit melalui Peran Serta Fatayat NU Kabupaten Pasaman”.
Ketua PC NU Kabupaten Pasaman, Asrial Arfandi Hasan, menegaskan komitmen Fatayat NU sebagai garda terdepan dalam kemajuan perempuan, khususnya di Kabupaten Pasaman. Ia mengingatkan agar Raker bukan sekadar seremonial, melainkan menghasilkan program kerja yang terarah, terukur, dan berdampak nyata.
“Fatayat NU Pasaman harus membuktikan diri melalui program kerja yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama kaum perempuan,” jelas Asrial.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman, Ny. Lusi Welly Suhery, mendorong kader Fatayat NU untuk menyusun program yang sesuai kebutuhan perempuan di Pasaman. Ia yakin sinergi antara TP-PKK dan Fatayat NU akan semakin memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
“Program kerja Fatayat NU sebaiknya fokus pada pengembangan dan pemberdayaan perempuan demi terwujudnya Pasaman Bangkit di masa depan,” kata Lusi Welly Suhery.(des*)












