Soal Telur, Koki dan Otoritas Pangan Beda Pendapat

Sebaiknya, menyimpan telur agar aman itu di kulkas atau justru di luar?
Sebaiknya, menyimpan telur agar aman itu di kulkas atau justru di luar?

Jakarta – Cara menyimpan telur, apakah di dalam kulkas atau dibiarkan di suhu ruang, masih kerap menjadi perbincangan. Meski terlihat sepele, metode penyimpanan telur ternyata bisa berdampak pada rasa, tekstur, hingga keamanannya saat dikonsumsi.

Koki ternama asal Inggris, James Martin, berpendapat bahwa telur sebaiknya tidak disimpan di lemari pendingin. Ia menjelaskan bahwa kulit telur memiliki pori-pori yang memungkinkan aroma dari makanan lain di kulkas terserap dengan mudah. Kondisi ini, menurutnya, dapat memengaruhi cita rasa telur.

Tak hanya soal aroma, telur yang terlalu dingin juga dinilai kurang ideal untuk proses memasak. Martin menyebut telur yang baru dikeluarkan dari kulkas bisa memengaruhi hasil akhir masakan, terutama dalam pembuatan kue.

Sejalan dengan itu, seperti dikutip dari HuffPost, perusahaan perlengkapan baking asal Amerika Serikat, King Arthur Baking, menyatakan bahwa telur bersuhu dingin membutuhkan waktu lebih lama untuk matang. Akibatnya, tekstur kue bisa menjadi lebih keras. Selain itu, telur dingin berisiko pecah apabila langsung dimasukkan ke dalam air panas saat direbus.

Di sisi lain, otoritas keamanan pangan Inggris, Food Standards Agency (FSA), justru merekomendasikan penyimpanan telur di tempat yang sejuk dan kering, dengan kulkas sebagai pilihan paling aman. Menurut FSA, kestabilan suhu sangat penting untuk menjaga keamanan telur.

Perubahan suhu yang terjadi berulang kali dapat menyebabkan terbentuknya embun pada cangkang telur. Kondisi lembap ini berpotensi memudahkan bakteri berbahaya, seperti Salmonella, masuk ke dalam telur.

FSA juga menegaskan bahwa telur yang sudah dipecahkan wajib disimpan di dalam kulkas. Telur cair yang dibiarkan pada suhu ruang memungkinkan bakteri berkembang dengan cepat. Bahkan, telur cair yang telah disimpan di kulkas disarankan untuk tidak digunakan jika sudah melewati 24 jam.

Mengacu pada Martha Stewart, berikut beberapa tips penting dalam menyimpan telur agar tetap aman dikonsumsi:

Perlakukan telur dengan hati-hati karena cangkangnya mudah rusak. Retakan kecil dapat menjadi jalan masuk bakteri.

Saat membeli, pilih telur dengan cangkang utuh dan hindari yang sudah retak untuk mencegah kontaminasi.

Tidak disarankan mencuci telur karena air dapat membantu bakteri menembus cangkang. Jika kotor, cukup bersihkan dengan kain atau tisu kering.

Pastikan tangan dalam kondisi bersih sebelum memegang telur agar tidak memindahkan kuman ke makanan.

Simpan telur jauh dari bahan makanan beraroma tajam karena telur dapat menyerap bau di sekitarnya.

Lalu, metode penyimpanan mana yang paling tepat?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan masing-masing. Menyimpan telur di kulkas dinilai lebih aman dan memperpanjang masa simpan, terutama bagi yang jarang menggunakan telur. Sementara itu, bagi mereka yang sering memasak, telur bersuhu ruang dianggap lebih praktis dan memberikan hasil masakan yang lebih maksimal.

Untuk mengecek kesegaran telur, banyak orang menggunakan metode merendam telur ke dalam air. Telur yang mengapung biasanya dianggap sudah tidak segar, sedangkan telur yang tenggelam dinilai masih layak dikonsumsi.

Meski demikian, FSA menekankan bahwa cara paling aman adalah dengan memperhatikan tanggal kedaluwarsa serta memastikan telur dimasak hingga benar-benar matang. Bahkan, telur masih bisa dikonsumsi beberapa hari setelah tanggal tersebut selama proses memasaknya dilakukan dengan sempurna.(BY)