Dari China ke Indonesia, Changan Bawa Warisan Kualitas 30 Juta Kendaraan

Produksi Tembus 30 Juta Unit, Changan Andalkan Riset hingga Pengujian Ketat.
Produksi Tembus 30 Juta Unit, Changan Andalkan Riset hingga Pengujian Ketat.

JakartaChangan menjadi salah satu merek otomotif asal China terbaru yang meramaikan pasar Indonesia sejak akhir tahun lalu. Kendati tergolong pendatang baru di Tanah Air, Changan Automobile sejatinya merupakan pabrikan otomotif tertua di China dengan sejarah panjang di industri kendaraan.

Tembus Produksi 30 Juta Unit

Pada Desember 2025, Changan mencatat tonggak penting dengan total produksi mencapai 30 juta unit kendaraan. Capaian ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas produk selama bertahun-tahun.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menilai angka tersebut tidak lepas dari komitmen perusahaan dalam menerapkan standar global yang ketat di setiap lini produksi. Setiap model yang dibuat harus melewati proses pengembangan dan pengujian jangka panjang.

“Produksi 30 juta unit mencerminkan konsistensi Changan dalam menerapkan satu standar kualitas global. Setiap kendaraan dikembangkan melalui disiplin engineering yang ketat serta proses pengujian hingga 10 tahun atau setara 260.000 kilometer,” ujar Setiawan Surya dalam keterangan resminya, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, standar yang sama akan diterapkan secara penuh di pasar Indonesia.
“Prinsip inilah yang kami bawa ke Indonesia sebagai wujud komitmen Changan dalam menghadirkan kendaraan yang andal, aman, dan nyaman untuk penggunaan jangka panjang,” lanjutnya.

Changan dikenal mengedepankan pendekatan berbasis riset dalam membangun reputasi global. Perusahaan ini memiliki jaringan pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di enam negara yang didukung sistem pengujian serta verifikasi profesional pada setiap model.

Tak hanya itu, Changan juga mengklaim sebagai satu-satunya produsen otomotif yang mendapat dukungan dari State Key Laboratory of Intelligent Vehicle Safety Technology. Melalui sistem internal CA-ITVS (Changan Automotive Intelligent Technology Validation System), setiap kendaraan diuji menempuh jarak lebih dari 5 juta kilometer.

Rangkaian pengujian ekstrem tersebut dirancang untuk memastikan daya tahan kendaraan hingga 10 tahun pemakaian atau setara dengan 260.000 kilometer.

Ke depan, Changan tak sekadar mengejar volume produksi, tetapi juga fokus pada transformasi bisnis. Menjelang 2030, perusahaan memproyeksikan lebih dari 60 persen penjualannya berasal dari kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV), sementara sekitar 30 persen ditargetkan berasal dari pasar internasional.

Strategi ini disiapkan untuk memperkuat posisi Changan sebagai merek otomotif global yang adaptif, inovatif, dan dapat dipercaya.(BY)