Kolaborasi Pemda dan Kementerian PU Tingkatkan Akses Air Bersih

Kementerian PU Verifikasi Proyek SPAM
Kementerian PU Verifikasi Proyek SPAM

Padang PariamanKementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menunjukkan keseriusan menangani krisis air bersih di Kabupaten Padang Pariaman. Pada Minggu (18/1/2026),

Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya, Oscar RH Siagian, turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kondisi di Lubuk Longsong, Kecamatan Batang Anai.

Kunjungan ini dilakukan hanya dua hari setelah Direktur Jenderal Cipta Karya, Dr. Dewi Chomistriana, meninjau kerusakan pipa intek Perumda Tirta Anai di Asam Pulau pada Jumat (16/1).

Oscar RH Siagian didampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW/BPBPK) Kementerian PU, Maria Doeni Isa, untuk memastikan titik-titik perbaikan dan pengembangan sistem air bersih tepat sasaran sebelum pengerjaan fisik dimulai.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PU telah menyiapkan anggaran hingga Rp500 miliar untuk pembangunan 12 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Padang Pariaman. Untuk tahap awal, dana sebesar Rp204 miliar telah dialokasikan untuk pengembangan lima SPAM prioritas.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Anai, Aznil Mardin, menekankan bahwa kehadiran pimpinan Ditjen Cipta Karya dalam waktu berdekatan menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.

“Jumat lalu Ibu Dirjen meninjau kerusakan pipa di Asam Pulau. Hari ini, Bapak Direktur Air Minum dan Ibu Kepala Balai memverifikasi titik berikutnya di Lubuk Longsong. Ini bukti nyata bahwa ketersediaan air bersih bagi masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Aznil Mardin.

Proyek ini tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak akibat faktor alam, tetapi juga pada pengembangan jaringan baru untuk memperluas jangkauan layanan. Investasi ratusan miliar rupiah ini diharapkan meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga di berbagai kecamatan di Padang Pariaman.

Dengan selesainya tahap verifikasi, pengerjaan fisik pengembangan lima SPAM tahap pertama diharapkan segera dimulai, menjamin pasokan air minum yang layak bagi ribuan kepala keluarga di wilayah tersebut.(des*)