Sport  

Cesar Meylan Lihat Potensi Besar, Timnas Indonesia Disebut Seperti Kanada 5 Tahun Lalu

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman bersama asisten pelatihnya, Cesar Meylan.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman bersama asisten pelatihnya, Cesar Meylan.

Jakarta – Bergabungnya Cesar Meylan sebagai asisten pelatih baru Timnas Indonesia menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola nasional. Setelah mulai mengamati susunan pemain Skuad Garuda, Meylan mengungkapkan pandangan optimistisnya. Menurutnya, kondisi Timnas Indonesia saat ini memiliki banyak kesamaan dengan Timnas Kanada beberapa tahun sebelum mereka sukses melaju ke Piala Dunia 2022.

Meylan diperkenalkan kepada publik bersamaan dengan pelatih kepala John Herdman pada Selasa, 13 Januari 2026. Meski tak tampil di atas panggung, kehadirannya langsung mencuri perhatian. Pria berusia 45 tahun asal Lausanne, Swiss, itu kini mulai menelusuri potensi para pemain Indonesia.

Ia mengaku terkesan dengan kualitas yang dimiliki Timnas Indonesia, baik dari pemain yang merumput di kompetisi domestik maupun mereka yang berkarier di luar negeri.

1. Menyisir Kekuatan Lokal dan Diaspora

“Saya baru benar-benar memulai proses ini karena sebelumnya masih menyelesaikan pekerjaan hingga Desember. Sekarang saya sedang mempelajari seluruh kumpulan pemain yang ada,” ujar Meylan di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

“Saya sangat tertarik dengan talenta lokal, serta para pemain yang bermain di luar negeri, terutama di Eropa,” lanjutnya.

Meylan melihat situasi Timnas Indonesia saat ini serupa dengan kondisi Kanada ketika ia bekerja bersama Herdman. Ia pun menaruh harapan besar untuk membawa Skuad Garuda mencetak sejarah, seperti yang pernah dilakukan Timnas Kanada.

2. Target Mengulang Keberhasilan Bersama Herdman

“Saya melihat banyak kemiripan dengan Kanada empat atau lima tahun sebelum mereka lolos ke Piala Dunia. Itulah yang membuat saya begitu antusias datang ke sini dan mencoba menciptakan sejarah,” ucap Meylan.

Meylan dikenal sebagai mitra dekat Herdman. Keduanya telah bekerja sama sejak 2010, termasuk saat menangani Timnas Kanada. Kolaborasi mereka menghasilkan prestasi bersejarah dengan membawa Alphonso Davies dan rekan-rekannya tampil di Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian Kanada selama 36 tahun.(BY)