Linghui, Strategi Baru BYD Garap Pasar Transportasi Daring

BYD Siapkan Sub Brand Baru Khusus Taksi Online.
BYD Siapkan Sub Brand Baru Khusus Taksi Online.

Jakarta – Raksasa otomotif asal China, BYD, bersiap memperkenalkan sub-merek anyar bernama Linghui. Merek ini dirancang khusus untuk menyasar pasar kendaraan transportasi daring atau taksi online.

Sub-Merek Khusus Transportasi Daring

Keberadaan Linghui terungkap setelah BYD mengajukan pendaftaran merek tersebut ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China. Mengutip laporan Car News China, Senin (12/1/2026), dokumen pengajuan itu sekaligus menampilkan logo baru Linghui, yang menegaskan upaya BYD memisahkan lini ini dari produk-produk utamanya.

Dalam pengajuan tersebut, terdapat empat model yang diajukan untuk mendapat persetujuan, yakni Linghui e5, Linghui e7, Linghui e9, dan Linghui M9.

“Sub-merek Linghui tampaknya memanfaatkan platform BYD yang sudah ada. Beberapa model dikembangkan dari kendaraan BYD yang telah beredar, namun dibungkus dengan identitas baru,” tulis laporan tersebut.

Linghui e9 dikembangkan dari basis BYD Han. Mobil ini berdimensi panjang 4.995 mm, lebar 1.940 mm, dan tinggi 1.495 mm, dengan jarak sumbu roda 2.920 mm. Tersedia dua opsi motor listrik yang masing-masing menghasilkan tenaga 135 kW (181 hp) dan 150 kW (201 hp).

Sementara itu, Linghui e7 mengusung bahasa desain serupa dengan ukuran panjang 4.780 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.515 mm, serta wheelbase 2.820 mm. Model ini ditawarkan dengan dua konfigurasi motor listrik bertenaga 100 kW (134 hp) dan 130 kW.

Linghui e5 berbasis BYD Qin Plus EV. Dimensinya meliputi panjang 4.805 mm, lebar 1.837 mm, tinggi 1.530 mm, dan jarak sumbu roda 2.718 mm. Kendaraan ini menggunakan satu motor listrik dengan daya maksimum 100 kW (134 hp).

Adapun Linghui M9 menjadi model terbesar dalam jajaran awal. Berbasis BYD Xia dengan sejumlah penyesuaian, mobil ini berukuran panjang 5.200 mm, lebar 1.970 mm, dan tinggi 1.805 mm, serta wheelbase 3.045 mm. Berbeda dari tiga model lainnya yang murni listrik, M9 mengusung sistem plug-in hybrid, mengombinasikan mesin bensin 1,5 liter dengan motor listrik bertenaga hingga 200 kW (268 hp).

Jika menilik penamaannya, e5, e7, e9, maupun M9 sejatinya bukan nama asing. Model-model tersebut sebelumnya sudah hadir di bawah payung merek BYD. Sebagai contoh, BYD e7 meluncur pada Mei tahun ini, sementara e5 telah beredar sejak beberapa tahun lalu.

Kesamaan utama dari model-model tersebut adalah penggunaannya yang luas sebagai kendaraan layanan ride-hailing. Tak hanya e5 dan e7, model seperti BYD Qin Plus juga kerap dijadikan armada transportasi daring.

Namun, ketika sebuah merek terlalu lekat dengan layanan taksi online, citra “murah” kerap melekat di benak konsumen. Dampaknya, daya tarik merek tersebut di pasar mobil penumpang bisa menurun. Car News China menilai, sebuah brand akan kesulitan mempertahankan kesan premium jika identik dengan kendaraan transportasi daring.

Peluncuran Linghui menjadi langkah strategis BYD untuk mengatasi persoalan tersebut. Banyaknya armada BYD yang beroperasi sebagai kendaraan ride-hailing di China dinilai ikut memengaruhi penjualan model-model yang lebih mahal, seperti BYD Han atau Tang, yang sebenarnya tidak dirancang untuk segmen tersebut.

“Oleh sebab itu, menghadirkan merek khusus untuk layanan transportasi daring agar terpisah dari merek utama BYD merupakan keputusan yang cerdas, terutama di tengah tekanan penjualan di pasar domestik,” tulis laporan itu.(BY)