Solok – Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, kembali dilanda banjir bandang susulan sebanyak empat kali pasca-bencana utama yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.
Walinagari Saniangbaka, Zulmasdiawarman, Rabu (7/1/2026), menyampaikan bahwa banjir bandang tersebut kembali merendam permukiman warga dan menimbulkan kerusakan.
“Data menunjukkan, 29 rumah mengalami kerusakan berat, 6 rumah rusak sedang, dan puluhan rumah lainnya terdampak akibat rangkaian banjir bandang ini,” ujarnya.
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah nagari bekerja sama dengan unsur adat telah menyiapkan lahan seluas 1 hektare di Jorong Aia Angek untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Lahan ini akan digunakan untuk merelokasi rumah warga yang rusak parah atau hanyut.
Walinagari menambahkan, seluruh ninik mamak melalui Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) telah menyerahkan lahan tersebut secara resmi kepada pemerintah untuk mendukung relokasi korban. “Kami berharap pembangunan huntap ini segera direalisasikan agar warga terdampak bisa menempati hunian baru secepatnya,” jelasnya.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana, tidak hanya sebatas tanggap darurat, tetapi juga meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi. “Program R3-P yang ada sebagian besar sudah rampung, dan sisanya ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Semua persiapan pembangunan sudah siap, tinggal pelaksanaan kegiatan,” katanya.
Bupati menambahkan, setiap bencana menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas penanganan di masa depan. Nagari Saniangbaka menjadi salah satu fokus perhatian, dengan survei, desain, dan persiapan program khusus yang sedang berjalan. Untuk wilayah ini, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp80 miliar.
Sestama BNPB, Rustian, menekankan pentingnya percepatan pembangunan huntap dengan tetap menjaga kualitas dan standar keamanan konstruksi. “BNPB akan terus mendukung agar pembangunan hunian tetap di Saniangbaka dan Muaro Pingai selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak,” tutupnya.(des*)












