Fativa.id – Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, menilai penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia merupakan langkah berani. Meski mengakui kapasitas Herdman, ia mengingatkan bahwa membangun tim nasional yang benar-benar kompetitif tidak bisa dilakukan sekejap, melainkan perlu proses panjang dan konsisten.
Herdman direkrut PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert. Sosok asal Inggris berusia 50 tahun itu dipilih karena pengalamannya yang luas, terutama saat menukangi tim nasional Kanada — baik tim putra maupun putrinya — di ajang internasional.
Rekam Jejak Kelas Dunia
Selama berkarier di Kanada, Herdman berhasil membawa tim putri meraih medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016, serta meloloskan tim putra ke Piala Dunia 2022. Namun, menurut Kesit, tantangan yang akan dihadapinya di Indonesia berbeda dan tak kalah berat.
“Kalau melihat perjalanannya bersama Kanada, jelas Herdman punya reputasi bagus. Tapi untuk mencapai itu semua, ia membutuhkan proses yang tidak sebentar,” ujar Kesit, Rabu (7/1/2026).
Ia menekankan, perubahan besar di tubuh Timnas Indonesia tetap memerlukan tahapan, perencanaan, dan waktu kerja yang terukur.
Ekspektasi Tinggi, Perlu Kesabaran
Kesit lalu mempertanyakan apakah publik dan federasi siap menunggu proses yang akan dijalankan sang pelatih baru.
“Pertanyaannya, mampukah PSSI dan masyarakat menahan diri, mengingat harapan terhadap timnas saat ini sangat tinggi?” ucapnya.
Saat ini, Timnas Indonesia memang diperkuat sejumlah pemain diaspora. Namun, menurut Kesit, kehadiran mereka belum otomatis membuat tim langsung setara dengan negara-negara besar jika fondasi tim belum kokoh.
“Meski ada banyak pemain diaspora, tetap butuh waktu untuk membentuk tim yang kuat dan stabil,” jelasnya. “Fondasi timnas masih harus diperkuat agar mampu bersaing di level dunia.”
Kesit menekankan pentingnya program yang berkelanjutan, bukan hanya fokus pada hasil cepat.
Di sisi lain, PSSI dijadwalkan memperkenalkan John Herdman secara resmi kepada publik pada Senin (12/1). Ia diharapkan dapat memimpin Garuda menuju target besar: tampil di putaran final Piala Dunia 2030.(BY)












