Wapres Gibran Kawal Progres Masjid Raya Nusantara, Kualitas dan Waktu Jadi Prioritas

Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Masjid Raya Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (30/20/2025).
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Masjid Raya Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (30/20/2025).

Nusantara — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Selasa (30/12/2025) untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Masjid Raya Nusantara. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai jadwal serta memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.

Gibran menyampaikan bahwa pembangunan masjid saat ini sudah mendekati penyelesaian dan ditargetkan rampung pada 15 Februari 2026.

“Proyek strategis pertama yang saya datangi di IKN adalah pembangunan Masjid Negara. Progresnya sudah berada di angka 98,4 persen. Masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga akan menjadi simbol Islam yang rahmatan lil ‘alamin di ibu kota baru,” kata Gibran, Rabu (31/12/2025).

Ia menuturkan, pada fase awal penggunaan, masjid direncanakan bisa menampung sekitar 29.000 jemaah dari target kapasitas penuh 60.000 jemaah. Masjid tersebut diharapkan sudah dapat digunakan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri 2026.

“Karena itu percepatan pekerjaan sekaligus pengawasan mutu konstruksi terus kami dorong,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang mendampingi kunjungan tersebut mengatakan bahwa Wapres memberi perhatian khusus terhadap kualitas desain, kemajuan pembangunan, hingga kesiapan masjid untuk segera dimanfaatkan masyarakat.

Basuki menjelaskan, Gibran mengapresiasi konsep arsitektur Masjid Negara Nusantara yang tampil berbeda dari masjid konvensional, baik dari bentuk bangunan maupun integrasinya dengan kawasan peribadatan lainnya di IKN.

“Desainnya menyerupai serban, unik dan ikonik. Kapasitas tahap awal sekitar 20.000 jemaah dan nantinya bisa berkembang hingga 60.000 jemaah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Wapres juga meminta penyelesaian proyek dipercepat tanpa mengabaikan standar kualitas sehingga masjid sudah dapat dipakai pada bulan Ramadan untuk ibadah tarawih hingga Idulfitri.

Sebagai informasi, Masjid Raya Nusantara berdiri di lahan seluas 32.125 meter persegi untuk area utama masjid, dengan tambahan area komersial dan fasilitas pendukung. Total luas bangunan mencapai lebih dari 76.000 meter persegi dengan empat lantai serta dua lantai mezzanine. Pekerjaan konstruksi mencakup struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, lanskap, infrastruktur, hingga penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau.

Sejumlah pejabat turut hadir mendampingi Wapres dalam peninjauan tersebut, antara lain Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya.(BY)