Bolehkah Makan Telur Saat Bisulan? Ini Penjelasan Ahlinya

Ternyata telur bukan penyebab muncul bisul.
Ternyata telur bukan penyebab muncul bisul.

Jakarta – Saat mengalami bisul, banyak orang menjadi lebih waspada terhadap makanan yang dikonsumsi karena khawatir dapat memperparah peradangan. Telur kerap masuk dalam daftar pantangan yang dipercaya dapat memicu munculnya bisul. Namun, anggapan tersebut perlu diluruskan.

Bisul, atau yang dikenal sebagai furunkel, merupakan infeksi bakteri pada folikel rambut yang ditandai dengan benjolan berisi nanah. Kondisinya sering disertai rasa nyeri dan ukurannya bisa lebih besar serta lebih dalam dibandingkan jerawat biasa.

Masih banyak yang mengaitkan munculnya bisul dengan konsumsi telur. Padahal, secara medis, telur bukan penyebab langsung terjadinya bisul. Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?

Faktor penyebab bisul

Bisul umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang menyerang folikel rambut. Bakteri ini dapat masuk ke dalam kulit melalui pori-pori yang tersumbat, iritasi, atau luka kecil akibat gesekan pakaian maupun kebiasaan menggaruk kulit.

Sebagian orang sehat bahkan menjadi pembawa bakteri ini tanpa menunjukkan gejala. Area seperti hidung, ketiak, selangkangan, serta lipatan kulit menjadi tempat bakteri mudah berkembang. Penularan ke bagian tubuh lain dapat terjadi melalui sentuhan tangan atau kuku.

Dari sisi makanan, tidak ada bukti bahwa telur secara langsung memicu terbentuknya bisul. Namun, pada kondisi tertentu, konsumsi makanan tertentu bisa berperan secara tidak langsung.

Sebagai contoh, individu yang memiliki alergi terhadap telur berisiko mengalami masalah kulit seperti eksim. Gangguan ini membuat lapisan pelindung kulit melemah, sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi. Rasa gatal yang menyertai eksim juga sering memicu kebiasaan menggaruk, yang semakin meningkatkan risiko munculnya bisul.

Selain itu, penderita diabetes juga termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami bisul. Sistem imun yang kurang optimal serta kadar gula darah yang tidak stabil dapat memudahkan bakteri berkembang. Oleh karena itu, pengaturan pola makan menjadi hal penting bagi penderita diabetes untuk menekan risiko infeksi kulit.

Aman atau tidak makan telur saat bisulan?

Secara umum, mengonsumsi telur saat mengalami bisul tergolong aman, selama tidak memiliki alergi telur atau penyakit tertentu yang memengaruhi daya tahan kulit. Telur tidak menyebabkan infeksi bakteri dan tidak terbukti memperparah peradangan bisul.

Justru sebaliknya, telur merupakan sumber protein yang baik dan dapat membantu proses pemulihan tubuh. Persepsi negatif terhadap telur lebih sering berkaitan dengan reaksi alergi pada sebagian orang, bukan karena telur menjadi pemicu utama bisul.

Namun, bila setelah mengonsumsi telur muncul gejala alergi seperti gatal, kemerahan, atau iritasi kulit, sebaiknya konsumsi dihentikan sementara dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Memahami penyebab bisul secara tepat dapat membantu menentukan pola makan yang aman serta langkah perawatan yang sesuai. Menjaga kebersihan kulit dan menghindari kebiasaan menggaruk juga menjadi kunci agar bisul lebih cepat sembuh.(BY)