Padang  

Respons Cepat Pemko Padang, Hidran Umum Beroperasi di Wilayah Terdampak Berat

Pemasangan / Penyaluran Hidran Umum di lokasi terdampak bencana.
Pemasangan / Penyaluran Hidran Umum di lokasi terdampak bencana.

Padang – Pemko Padang bergerak cepat untuk mengatasi kelangkaan air bersih yang menjadi persoalan utama setelah bencana hidrometeorologi melanda kota ini. Hingga Sabtu (29/11/2025), puluhan unit hidran umum (HU) telah dipasang dan beroperasi di berbagai titik strategis, terutama di lokasi pengungsian dan fasilitas publik.

Langkah ini menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk memenuhi kebutuhan ribuan pengungsi dan warga terdampak, mengingat sebagian besar jaringan perpipaan PDAM masih dalam proses perbaikan. Berdasarkan data terbaru per 29 November 2025, fokus pemasangan hidran umum berada di wilayah terdampak parah, seperti Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Pauh.

Prioritas utama diberikan kepada posko pengungsian, dapur umum, rumah ibadah, serta sekolah yang dijadikan tempat penampungan sementara. Konsentrasi pengungsi terbesar tercatat di Posko Utama Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, di mana dua unit hidran umum disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sekitar 2.225 jiwa atau 752 kepala keluarga (KK).

Di Kecamatan Koto Tangah, pemasangan hidran dilakukan secara menyeluruh di berbagai kelurahan, mulai dari kawasan padat penduduk Dadok Tunggul Hitam hingga area Lubuk Minturun (Lumin Park). Sinergi terlihat antara pemerintah dan pihak lain, di mana hidran umum juga mendukung operasional Dapur Umum TNI AU dan Dapur Umum Kementerian Sosial (Kemensos).

Upaya ini diharapkan dapat mencegah timbulnya penyakit kulit dan gangguan pencernaan yang kerap muncul akibat sanitasi yang buruk. Pemko memastikan suplai air ke hidran-hidran tersebut akan terus diisi ulang secara berkala dengan armada tangki.

Berikut rincian sebaran hidran umum di Kota Padang hingga Sabtu (29/11/2025):

Kecamatan Nanggalo dan Padang Utara

Posko Utama Tabing Banda Gadang: 2 unit untuk 2.225 pengungsi.

Posko Masjid At-Taubah, Banda Gadang: 1 unit untuk 100 pengungsi.

Wilayah Padang Utara: Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dan Posko Kompleks Wisma Indah.

Kecamatan Pauh dan Padang Timur

SD 05 Kepala Koto: 3 unit untuk 300 pengungsi.

Dapur Umum Kemensos, Kepala Koto: 1 unit.

Kompleks Mega Asri, Padang Timur: 1 unit.

Kecamatan Koto Tangah

Dadok Tunggul Hitam & Sekitarnya:

Musala An-Nabawi: 2 unit untuk 300 KK.

Masjid Pisabilillah, Parak Jambu Indah: 1 unit untuk 100 orang.

Masjid Darul Jamil, Maransi Indah: 1 unit untuk 200 KK.

Musala Babul Jannah: 1 unit untuk 150 KK.

Kampung Lapai:

Masjid Muttaqin: 1 unit untuk 100 pengungsi.

Masjid Ijtihadul Muslimin: 1 unit untuk 100 pengungsi.

Balai Pertemuan RW 08: 1 unit untuk 120 pengungsi.

Gedung Serbaguna Kampung KB: 1 unit untuk 60 pengungsi.

Koto Panjang & Ikur Koto:

Posko Dapur Umum Mandiri Kompleks Wahana: 1 unit untuk 100 pengungsi.

Posko Masjid Al-Hijrah: 1 unit untuk 212 pengungsi.

Asrama Maritim: 2 unit untuk 216 pengungsi.

Lumin Park:

Dapur Umum TNI AU: 1 unit.

Posko Utama Lumin Park: 1 unit untuk 80 pengungsi.

Pemko Padang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak, dengan mengutamakan kebutuhan konsumsi dan kebersihan dasar selama masa tanggap darurat.(des*)