Jakarta – Wuling Motors mencatatkan produksi kumulatif sebanyak 178.366 unit kendaraan hingga Agustus 2025 sejak resmi beroperasi di Indonesia pada Juli 2017. Angka tersebut mencakup produksi untuk pasar domestik maupun ekspor.
Pabrik Wuling di Bekasi
Wuling memiliki fasilitas produksi berlokasi di Cikarang, kawasan industri Deltamas, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik dengan luas 60 hektare itu mulai beroperasi penuh sejak 11 Juli 2017 dan menjadi basis produksi utama Wuling di Indonesia.
Hampir seluruh model yang dipasarkan di Tanah Air lahir dari pabrik ini, mencakup kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE), hibrida, hingga mobil listrik. Beberapa lini produk yang diproduksi meliputi Confero Series, Cortez Series, Alvez, Almaz, dan Formo/ Formo Max untuk segmen ICE. Untuk teknologi hybrid, ada Almaz Hybrid Series, sedangkan segmen listrik terdiri dari Air ev, BinguoEV, Cloud EV, dan Mitra EV.
Keberadaan pabrik ini menjadikan Wuling satu-satunya merek otomotif asal Tiongkok yang mengelola pabrik berkapasitas penuh di Indonesia, mencakup proses produksi, penjualan, hingga ekspor.
“Kami berpegang pada prinsip ‘Dibangun di Indonesia, untuk Anda’. Wuling terus berkomitmen menghadirkan produk dan layanan berkualitas serta bertumbuh bersama konsumen di Tanah Air,” ujar President Director Wuling Motors, Tang Wensheng, saat peringatan hari jadi Wuling ke-8, Kamis (25/9/2025).
Fasilitas manufaktur Wuling dilengkapi dengan beberapa area kerja utama, seperti:
Press Shop untuk proses stamping komponen logam.
Body Shop untuk menyatukan komponen melalui proses pengelasan.
Paint Shop dengan teknologi pengecatan mutakhir.
GA Shop (General Assembly) yang bertugas merakit seluruh komponen sekaligus memastikan kualitas akhir produk.
Produksi dan Komposisi Pasar
Sejak berdiri, pabrik ini telah menghasilkan 170.856 unit untuk pasar domestik dan 7.510 unit untuk kebutuhan ekspor ke 20 negara.
Untuk penjualan dalam negeri, kendaraan ICE masih mendominasi dengan 133.091 unit (sekitar 78%), sedangkan 37.765 unit (22%) berasal dari segmen kendaraan listrik.
Di pasar ekspor, distribusi lebih seimbang, dengan 3.906 unit (52%) untuk mobil ICE dan 3.604 unit (48%) untuk model EV.(BY)












