Jakarta – Tanah longsor yang melanda Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, menutup jalur rel motor roli ekspres (molek) serta akses jalan alternatif. Akibatnya, sebanyak 225 kepala keluarga (KK) sempat terisolasi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan hal itu dalam keterangannya pada Sabtu (13/9/2025).
“Tim gabungan bersama warga terus berupaya membersihkan material longsor. Saat ini kondisi berangsur membaik dan beberapa jalur sudah mulai dapat dilalui kembali,” ujar Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam.
Meski tidak menelan korban jiwa, dampak longsor cukup dirasakan warga karena mengganggu akses transportasi serta aktivitas sehari-hari.
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan telah dikerahkan untuk melakukan pembersihan material dan memberikan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim gabungan sudah menyalurkan bantuan dan melaksanakan pembersihan lokasi bersama instansi terkait serta masyarakat setempat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi masih berpotensi melanda beberapa wilayah Indonesia, khususnya di kawasan tengah dan timur. Kondisi ini dipengaruhi faktor atmosfer seperti gelombang Rossby ekuatorial, potensi Madden Julian Oscillation (MJO), serta suhu muka laut yang hangat di perairan Nusantara.
“BNPB bersama seluruh unsur terkait terus fokus pada penanganan darurat, penyaluran bantuan, pemulihan infrastruktur, hingga pencarian bila masih ada laporan korban,” tambah Aam.
Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, maupun angin kencang yang bisa muncul sewaktu-waktu.(des*)












