Jakarta – Jaringan internet di sejumlah negara, termasuk India dan Pakistan, dilaporkan terganggu akibat putusnya kabel bawah laut di kawasan Laut Merah. Informasi ini disampaikan oleh lembaga pemantau internet Netblocks.
Selain kedua negara tersebut, masalah serupa juga dirasakan di Uni Emirat Arab, khususnya pada layanan operator Etisalat dan Du.
Netblocks menyebut kerusakan kabel terjadi di sekitar Jeddah, Arab Saudi. Namun hingga kini belum ada pihak yang dapat dipastikan bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Microsoft melalui keterangan resminya pada Sabtu (6/9/2025) mengonfirmasi bahwa sebagian pengguna layanan cloud Microsoft Azure berpotensi mengalami peningkatan latensi. Hal ini diakibatkan oleh beberapa pemutusan serat optik di Laut Merah, seperti dilaporkan Reuters.
Azure, yang merupakan penyedia layanan komputasi awan terbesar kedua dunia setelah Amazon Web Services (AWS), menjelaskan bahwa pihaknya telah mengalihkan arus data ke jalur alternatif untuk meminimalkan gangguan.
“Kami memperkirakan adanya latensi yang lebih tinggi pada lalu lintas data yang sebelumnya melewati Timur Tengah. Namun, arus jaringan yang tidak melintasi kawasan tersebut tidak terdampak,” tulis Microsoft dalam pernyataannya.(BY)












