Jakarta – Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Muzammil Ihsan, mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi melakukan tindakan anarkis saat menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi.
“Menyelamatkan Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh rakyat. Karena itu, masyarakat harus tetap solid dan tidak mudah terhasut,” ujar Muzammil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/9).
Ia menegaskan, aksi unjuk rasa merupakan hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Namun, hak tersebut tidak boleh disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan, seperti merusak fasilitas umum atau melakukan penjarahan.
“Kita harus menjaga fasilitas publik yang menjadi milik bersama. Gerakan rakyat harus tetap murni sebagai suara hati nurani, bukan berubah menjadi tindakan destruktif,” tegasnya.
Muzammil juga menekankan bahwa BEM SI tetap konsisten menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain:
Pengesahan RUU Perampasan Aset
Pengusutan tuntas kasus meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan
Evaluasi serta pemangkasan anggaran DPR RI
“Anggaran DPR harus ditinjau ulang dan dipangkas agar bisa dialihkan untuk kepentingan rakyat,” tambahnya.
Lebih jauh, ia berharap gelombang demonstrasi yang digelar masyarakat dapat berlangsung tertib, damai, dan fokus pada substansi tuntutan.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menanggapi aspirasi publik terkait aksi demonstrasi di berbagai daerah. Dalam pertemuan bersama delapan ketua umum partai politik di parlemen, salah satu keputusan yang diambil adalah penghapusan tunjangan anggota DPR serta moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.
“Sejumlah kebijakan DPR RI sudah disepakati untuk dicabut, termasuk besaran tunjangan dan larangan perjalanan ke luar negeri,” kata Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8).
Selain itu, Presiden menyatakan DPR akan membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa dan kelompok sipil. “Saya akan meminta pimpinan DPR RI segera mengundang tokoh masyarakat, mahasiswa, dan berbagai kelompok lain untuk berdiskusi secara langsung,” ujarnya.(des*












