Fativa.id – Salah satu media olahraga ternama asal Vietnam, Soha, mengangkat keprihatinan terhadap situasi yang dialami oleh sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang hingga musim panas 2025 belum memiliki klub baru. Kondisi ini dinilai sebagai masalah serius bagi pelatih anyar Garuda, Patrick Kluivert.
Deretan Pemain Naturalisasi Lepas dari Klub
Enam pemain naturalisasi yang menjadi andalan skuad Merah Putih kini berstatus tanpa tim setelah kontraknya tak diperpanjang oleh klub masing-masing. Mereka adalah Jordi Amat (berpisah dari Johor Darul Ta’zim), Shayne Pattynama (dilepas oleh KAS Eupen), Thom Haye (berpisah dari Almere City), Rafael Struick (dilepas Brisbane Roar), Justin Hubner (keluar dari Wolverhampton Wanderers U-21), serta Nathan Tjoe-A-On (dilepas oleh Swansea City).
Situasi ini menciptakan kecemasan tersendiri karena sebagian besar dari mereka merupakan pilar utama dalam laga-laga penting Timnas Indonesia.
“Indonesia sedang menghadapi gelombang kabar kurang menyenangkan karena banyak pemain naturalisasi mereka tidak lagi memiliki klub,” tulis Soha dalam laporan resminya, Minggu (22/6/2025).
Ujian Berat Bagi Patrick Kluivert
Lebih lanjut, media Vietnam itu menggarisbawahi bahwa kehilangan klub berarti minimnya jam bermain, yang dapat berdampak langsung pada performa pemain saat membela Timnas Indonesia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Patrick Kluivert dalam menyusun tim yang kompetitif untuk babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Babak keempat akan digelar pada 8 hingga 14 Oktober 2025 di Arab Saudi dan Qatar. Indonesia tergabung dalam salah satu dari dua grup yang masing-masing hanya terdiri dari tiga tim. Setiap grup akan memperebutkan satu tiket langsung ke Piala Dunia, sementara posisi runner-up harus menjalani laga play-off antarzona.
Indonesia akan bersaing dengan lima negara kuat dari kawasan Timur Tengah dan Asia Barat, yaitu Arab Saudi, Qatar, Irak, Uni Emirat Arab, dan Oman. Dalam konteks persaingan yang ketat ini, minimnya pemain aktif di level klub bisa menjadi hambatan besar.(BY)












