Jakarta – Mengonsumsi teh serai secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun, penting untuk memperhatikan jumlah konsumsinya agar terhindar dari kemungkinan efek samping.
Serai dikenal luas sebagai tanaman herbal yang sering digunakan dalam masakan untuk menambah aroma dan cita rasa. Di balik kegunaannya sebagai bumbu dapur, serai juga mengandung senyawa aktif seperti sitral, limonene, dan geraniol yang bersifat antioksidan, membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Dengan kandungan tersebut, serai diyakini mampu memberikan berbagai khasiat. Di antaranya adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu menstabilkan tekanan darah serta kadar kolesterol, melancarkan sistem pencernaan, bahkan berpotensi mencegah perkembangan sel kanker.
Meski demikian, konsumsi teh serai tetap harus diperhatikan. Jika dikonsumsi secara berlebihan, beberapa efek samping bisa saja muncul.
Kemungkinan Efek Samping Teh Serai
Secara umum, teh serai aman diminum, tetapi pada sebagian orang dapat menimbulkan gejala ringan seperti pusing, rasa mengantuk, mulut kering, atau penurunan tekanan darah yang signifikan.
Selain itu, teh serai tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Anak-anak di bawah usia 18 tahun serta individu dengan kondisi medis tertentu seperti gangguan jantung, ginjal, atau hati juga perlu menghindari konsumsi herbal ini.
Perlu diperhatikan juga bahwa serai bisa berinteraksi dengan obat-obatan, khususnya obat penurun tekanan darah. Karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum menjadikan teh serai sebagai minuman harian.(BY)












