Jakarta – Instagram menjadi salah satu media sosial paling digemari di era digital. Namun, kepopulerannya juga dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk membuat akun palsu, baik untuk penipuan, penyebaran informasi palsu, atau tindakan merugikan lainnya.
Agar lebih waspada, berikut beberapa cara untuk mengidentifikasi akun Instagram palsu:
1. Cek Foto Profil dan Konten yang Diunggah
Akun palsu sering kali tidak memiliki foto profil atau menggunakan gambar hasil unduhan dari internet. Selain itu, mereka jarang mengunggah konten yang relevan dan cenderung kosong atau berisi postingan yang tidak wajar. Akun asli biasanya menampilkan identitas dengan jelas agar mudah dikenali oleh teman dan keluarga.
2. Perhatikan Jumlah Pengikut dan Aktivitasnya
Ketidakseimbangan jumlah pengikut dan yang diikuti bisa menjadi tanda akun palsu. Misalnya, akun tersebut mengikuti ribuan orang, tetapi hanya memiliki sedikit pengikut. Selain itu, interaksi akun ini biasanya mencurigakan, seperti komentar atau likes yang terlalu generik dan berulang di berbagai unggahan.
3. Waspadai Pesan Langsung (DM) yang Mencurigakan
Jika menerima pesan langsung dari akun tak dikenal yang menawarkan hadiah atau meminta data pribadi, jangan langsung percaya. Banyak akun palsu menggunakan trik ini untuk menipu korban. Jika merasa terganggu, segera blokir dan laporkan akun tersebut.
4. Periksa Tanggal Pembuatan Akun dan Konsistensinya
Akun yang baru dibuat dan minim unggahan bisa menjadi indikasi akun palsu. Cobalah cek riwayat postingan serta interaksi akun tersebut. Jika tidak ada jejak aktivitas yang jelas atau terkesan dibuat buru-buru, sebaiknya waspada.
5. Gunakan Fitur ‘Tentang Akun Ini’
Instagram menyediakan fitur ‘Tentang Akun Ini’ yang memungkinkan pengguna melihat informasi penting, seperti tanggal bergabung, negara asal, hingga perubahan nama pengguna. Fitur ini bisa membantu memastikan apakah sebuah akun benar-benar asli atau hanya sekadar akun tiruan.
Dengan mengenali ciri-ciri akun palsu, Anda dapat lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial dan terhindar dari potensi penipuan. Tetap waspada dan jangan mudah tertipu!(BY)












