PT Sanken Indonesia Hentikan Produksi, 459 Pekerja Hadapi Risiko PHK

Pabrik PT Sanken Indonesia di Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (20/2/2025). Suasana Pabrik PT Sanken Indonesia akan menghentikan produksi pada Juni 2025. Saat ini, aktivitas produksi masih berlangsung.
Pabrik PT Sanken Indonesia di Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (20/2/2025). Suasana Pabrik PT Sanken Indonesia akan menghentikan produksi pada Juni 2025. Saat ini, aktivitas produksi masih berlangsung.

Jakarta PT Sanken Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Jawa Barat, dijadwalkan menghentikan produksinya pada Juni 2025. Saat ini, kegiatan produksi masih berlangsung, namun penutupan pabrik tersebut berpotensi menyebabkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 459 pekerja aktif.

Ketua PUK SPEE FSPMI PT Sanken Indonesia, Dedy Supriyanto, menjelaskan bahwa PT Sanken Indonesia merupakan anak perusahaan dari Sanken Electric, sebuah perusahaan induk yang berbasis di Jepang.

Ia juga menegaskan bahwa PT Sanken Indonesia tidak memiliki keterkaitan dengan PT Sanken Argadwija, meskipun keduanya menggunakan nama Sanken.

“Tidak ada hubungan antara keduanya,” tegasnya.

Pabrik PT Sanken Indonesia di Cikarang selama ini memproduksi perangkat seperti transformator (trafo), UPS (Uninterruptible Power Supply), dan power supply. Perusahaan ini tidak memproduksi peralatan elektronik rumah tangga seperti lemari es, showcase, dispenser, pemanas air tenaga surya, mesin cuci, AC, televisi, rice cooker, kipas angin, dan produk sejenis lainnya.

“Di pabrik ini, yang diproduksi adalah power supply, transformator, serta berbagai komponen elektronik lainnya,” tambah Dedy.

Di sisi lain, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, Ronggolawe Sahuri, menegaskan bahwa PT Sanken Argadwija, yang berlokasi di Tangerang, Banten, tetap beroperasi. Pabrik ini memproduksi berbagai peralatan rumah tangga seperti dispenser, AC, kulkas, dan penanak nasi. Selain memenuhi kebutuhan domestik, produk dari pabrik ini juga diekspor dalam jumlah yang signifikan.

“Sebanyak 40% produk dari PT Sanken Argadwija diekspor, sementara sisanya dipasarkan di dalam negeri,” jelas Ronggolawe.(BY)