Yerusalem – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Rabu (4/9/2024) menyatakan bahwa Israel akan terus menjaga koridor perbatasan Gaza sampai situasi benar-benar aman. Hal ini juga tercantum dalam usulan gencatan senjata dari pihak Israel.
Netanyahu menjelaskan bahwa Israel hanya akan menyetujui gencatan senjata permanen di Gaza yang memberikan jaminan keamanan di wilayah perbatasan selatan Gaza. Dia juga menekankan bahwa Mesir tidak akan diizinkan menjadi jalur pelarian bagi Hamas.
“Sampai itu terjadi, kami akan tetap di sana,” ungkapnya dalam konferensi pers di Yerusalem.
Netanyahu dengan tegas menolak ide penarikan diri dari koridor Philadelphia dalam tahap pertama kesepakatan, yang direncanakan berlangsung selama 42 hari.
Dia menambahkan bahwa tekanan internasional akan membuat pengendalian koridor tersebut menjadi mustahil untuk diambil kembali.
Agar gencatan senjata permanen dapat tercapai setelahnya, Israel membutuhkan jaminan bahwa pihak yang mengelola Gaza pascaperang akan mampu mencegah penggunaan koridor tersebut sebagai jalur penyelundupan senjata dan perlengkapan untuk Hamas.
“Harus ada seseorang yang berada di sana,” ujarnya. “Tunjukkan pada saya siapa pun yang bisa benar-benar membuktikan, bukan hanya dalam teori, bukan hanya dalam kata-kata, bukan dalam presentasi, tetapi dalam praktik sehari-hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, bahwa mereka benar-benar bisa mencegah terulangnya kejadian yang pernah terjadi di sana,” lanjutnya, merujuk pada serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.
“Kami terbuka untuk mempertimbangkan opsi tersebut, tetapi saat ini saya belum melihat kemungkinan hal itu terjadi.”
Koridor Philadelphia, yang terletak di sepanjang perbatasan selatan Jalur Gaza yang berbatasan dengan Mesir, telah menjadi salah satu titik utama yang menghambat tercapainya kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di Gaza dan memulangkan sandera Israel sebagai imbalan bagi tahanan Palestina.
Netanyahu menegaskan pentingnya Israel untuk tetap mengendalikan koridor tersebut, di mana pasukan Israel telah menemukan puluhan terowongan yang menurut para pejabat digunakan untuk menyuplai senjata dan amunisi kepada Hamas.
Netanyahu telah menghadapi kritik keras dari berbagai pihak di Israel karena menolak membahas masalah ini, termasuk dari sebagian besar lembaga keamanannya yang percaya bahwa pasukan Israel dapat melakukan intervensi yang ditargetkan jika diperlukan untuk mencegah penyelundupan.
Keluarga banyak sandera, termasuk beberapa di antaranya yang jasadnya ditemukan dari sebuah terowongan di Gaza selatan pada Minggu (1/9/2024), menuduh Netanyahu mengorbankan orang-orang yang mereka cintai dengan mempertahankan pasukan di koridor tersebut.
Namun, Netanyahu berpendapat bahwa mempertahankan tekanan terhadap Hamas adalah cara terbaik untuk memulangkan 101 sandera yang masih berada di Gaza.
“Anda perlu menekan mereka, memberikan tekanan kepada mereka untuk membebaskan para sandera yang tersisa. Jadi, jika Anda ingin membebaskan para sandera, Anda harus mengendalikan koridor Philadelphia,” tutupnya.(BY)












