Komentar Arifin Tasrif dan Bahlil Lahadalia Soal Isu Reshuffle

Isu reshuffle menteri esdm dan investasi yang bikin heboh
Isu reshuffle menteri esdm dan investasi yang bikin heboh

Jakarta – Isu mengenai perombakan kabinet atau reshuffle Menteri ESDM dan Investasi menjadi perbincangan hangat. Isu ini muncul pada Rabu, 31 Juli 2024. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Presiden Jokowi belum melakukan perombakan kabinet.

Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya kemungkinan pergantian posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menggantikan Arifin Tasrif di posisi tersebut. Sementara itu, posisi Bahlil sebagai Menteri Investasi akan diisi oleh Rosan Roeslani.

Berikut adalah fakta mengenai reshuffle Menteri ESDM dan Investasi yang menghebohkan pada Minggu (4/8/2024):

  1. Komentar Menteri ESDM Arifin Tasrif

Menteri ESDM Arifin Tasrif menanggapi isu pergantian dirinya dengan Bahlil Lahadalia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Tunggu saja, ya kalau benar kenapa?” jelas Arifin ketika ditemui di Kementerian ESDM.

  1. Tanggapan Bahlil

Bahlil membantah isu bahwa dirinya akan menggantikan Arifin Tasrif sebagai Menteri ESDM. “Lagi banyak kerjaan di Kementerian Investasi saya,” kata Bahlil.

Ia juga menyatakan tidak pergi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) hari ini karena memiliki banyak agenda di lembaga penanaman modal yang dipimpinnya.

“Enggak (ke IKN), kerjaan saya banyak hari ini. Mau rapat saya,” katanya.

  1. Bantahan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi akhirnya memberikan tanggapan terkait kabar reshuffle kabinet, termasuk isu bahwa Bahlil Lahadalia akan menjadi Menteri ESDM menggantikan Arifin Tasrif.

“Katanya siapa?” singkat Jokowi.

  1. Reshuffle Bila Diperlukan

Jokowi enggan menanggapi isu terkait perombakan kabinet di pemerintahannya. Saat ditanya apakah ada reshuffle dalam waktu dekat, Jokowi menyatakan bahwa reshuffle mungkin saja terjadi jika diperlukan.

“Katanya siapa. Ya isu tidak usah saya jawab. Ya bisa saja kalau diperlukan, kalau diperlukan,” jelasnya.(BY)