| Wako Fadly Amran tengah berbincang dengan sejumlah anak yang tengah melukis di lokasi Kubu Gadang Fest 2021.(ist) |
Padang Panjang – Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano membuka pagelaran Kubu Gadang Fest 2021 (KGF’21), di Desa Wisata Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, Minggu (26/12).
KGF’21 merupakan kegiatan kolaboratif antara mahasiswa magang Kampus Merdeka di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kubu Gadang.
Dengan dinobatkannya Desa Wisata Kubu Gadang sebagai Wisata Berkelanjutan Tahun 2021, membuat potensi-potensi yang ada di Kubu Gadang bisa lebih dimanfaatkan, salah satunya melalui KGF’21 ini.
“Budaya-budaya kearifan lokal Minangkabau banyak sekali yang bisa digali di Kubu Gadang ini. Seperti silek lanyah, cara menanam padi, memetik cabai dan banyak lagi. Dengan adanya KGF’21 ini dengan banyak kegiatan, juga bisa membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Wako Fadly.
Wako Fadly yang didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zulkifli, disambut dengan Tari Pasambahan serta pemasangan deta dari Niniak Mamak Kubu Gadang, Jufri Datuak Sati yang sekaligus pendamping Pokdarwis Kubu Gadang.
Seusai membuka KGF’21, Wako Fadly menerima Piagam Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan Tahun 2021 dari Pokdarwis Kubu Gadang yang sudah diterima secara lang sung di Jakarta beberapa waktu lalu.
Fadly juga menyempatkan diri melihat pengunjung yang belajar menanam padi di sawah yang banyak diikuti anak-anak dari luar Sumatera Barat, seperti Yogyakarta.
Tidak hanya itu, Fadly dan rombongan juga membeli makanan tradisi Minangkabau yang tersedia di lapak-lapak Pasar Digital Kubu Gadang.
Suasana Natural Kubu Gadang
KGF’21 menjadi daya tarik tidak saja bagi wisatawan, tetapi juga travel agent dan fotografer. Bagi mereka, suasana natural Kubu Gadang, begitu mempesona.
Berbagai macam spot dan gaya “foto model dadakan” berpakaian Minang saisuak di pematang sawah dan di Pasar Digital Kubu Gadang, menjadi daya tarik hampir seratusan fotografer yang hadir dari berbagai komunitas di Sumatera Barat.
Salah seorang fotografer terkenal, Erison J. Kambari, menyampaikan, Kubu Gadang bagi pelaku fotografi, sangat fotogenik dan menarik. “Bagi kami fotografer, Kubu Gadang dari segi alamnya, keragaman budaya dan kuliner spesifiknya yang dikemas dalam satu lokasi, merupakan hal yang komplit,” ujarnya.
Erison mengaku bersyukur aktivitas di Kubu Gadang kembali hadir dan menggeliat. “Mudah-mudahan ini menjadi titik tolak untuk kembali bangkit setelah masa pandemi Covid-19,” harapnya.
Dia juga berharap Kubu Gadang tetap dengan kealamiannya. Tetap terjaga suasana alam yang tenang dengan udara yang segar.
Menurutnya, banyak destinasi wisata yang semula natural, tetapi di perjalanan semakin banyak ornamen hiasan yang mengurangi kealamiannya.
“Akan mengurangi daya tarik bagi fotografer, ketika suatu destinasi wisata penuh dengan hiasan-hiasan. Kami melihat, Kubu Gadang masih terjaga kenaturalannya. Kalaupun ingin menambah bangunan atau hiasan yang mendukung suasananya, jangan sampai mengurangi kenaturalan khas Kubu Gadang,” sarannya.
Sementara itu, Rangga Fasetia, wisatawan dari Bangkinang, Kabupaten Kampar menyebutkan, di Kubu Gadang ini banyak hal unik. “Di sini, anak-anak bisa main lumpur, menanam padi dan banyak atraksi. Pasarnya juga menarik, belanja dengan koin kayu. Untuk penginapan pun di sini sudah cukup banyak. Kami bersama rombongan menginap dekat dengan lokasi ini,” ungkapnya.
Selain itu, pesona Kubu Gadang juga menarik bagi travel agent yang ada di Provinsi Sumateta Barat. Rita dari Biro Perjalanan Crystal Tour dan Eliza dari Saffira Tour Bukittinggi mengakui ini.
Datang dengan berpakaian perempuan Minang saisuak, tak ayal mereka berdua menjadi objek foto bagi fotografer yang hadir. Mereka berdua sengaja berkunjung ke Kubu Gadang dalam rangka survei lokasi sebagai salah satu tujuan dalam paket wisata bagi pelanggannya masing-masing.
Rita menyebutkan, Kubu Gadang bisa menjadi salah satu pilihan destinasi wisata yang patut dikunjungi di Sumatera Barat. Menurutnya, zaman sekarang dituntut kreativitas dalam mengelola destinasi wisata.
“Kalau destinasi alam, orang foto sebentar lalu pergi. Di sini lebih banyak pilihan. Banyak ragam kegiatannya. Ada pasar digital yang dapat mengangkat perekonomian warga,” ulasnya.
Rita berharap dapat bekerja sama dengan pengelola Desa Wisata Kubu Gadang agar semakin banyak variasi dan atraksi yang dihadirkan. Sehingga semakin menambah minat wisatawan yang datang, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. (von)
Editor : Yuniar












