Proyek KCIC Terus Berjalan, Dampak Ekonomi Signifikan

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa persoalan utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau “Whoosh” tengah dibahas secara mendalam antara kementerian terkait dan PT Danantara Indonesia.

“Kami sedang melakukan pembahasan. Nantinya akan dibicarakan secara teknis antar kementerian, sekaligus mencari solusi bersama Danantara,” ujar Airlangga dalam wawancara di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu.

Airlangga optimistis PT Danantara Indonesia mampu menawarkan berbagai alternatif penyelesaian untuk mengatasi utang proyek tersebut.

“Dalam korporasi, banyak cara yang bisa ditempuh,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta jajaran menterinya menyiapkan skema terbaik untuk menangani utang proyek “Whoosh”, termasuk melakukan perhitungan ulang dan menyusun opsi penyelesaian yang paling ideal bagi pemerintah.

Baca Juga  Tantangan Perdagangan Karbon Versi Sri Mulyani

“Pak Airlangga, Menteri Keuangan, dan CEO Danantara diminta mengevaluasi detail proyek, serta menyiapkan opsi seperti perpanjangan masa pinjaman. Ini bagian dari skenario penyelesaian terbaik,” jelas Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyebut pihaknya telah menyiapkan dua skema penyelesaian, yaitu melalui penambahan modal (equity) atau dengan menyerahkan infrastruktur proyek kepada pemerintah.

“Apakah melalui penambahan modal atau menyerahkan infrastrukturnya ke pemerintah seperti proyek kereta lainnya, kedua opsi itu tengah kami tawarkan,” kata Dony.

Dony menambahkan bahwa proyek KCIC memiliki dampak ekonomi yang signifikan, termasuk memangkas waktu perjalanan dan meningkatnya jumlah penumpang yang kini mencapai sekitar 30 ribu orang per hari.

Baca Juga  Pakar USK Minta Penjualan BBM Dibatasi untuk Cegah Spekulan di Masa Krisis

“Namun, kami juga memperhatikan keberlanjutan PT KAI, karena KCIC saat ini menjadi bagian dari KAI. Inilah yang sedang kami cari solusinya,” pungkasnya.(des*)